Tradisi Kearifan Lokal, Asisten l Pemkot Prabumulih Hadiri Sedekah Dusun Payu Putat

Tradisi Kearifan Lokal, Asisten l Pemkot Prabumulih Hadiri Sedekah Dusun Payu Putat

PRABUMULIH, DS — Wali Kota Prabumulih H Arlan, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr Drs H Aris Priadi SH MSi menghadiri kegiatan Sedekah Bedusun yang dilaksanakan di Balai Adat Kelurahan Payu Putat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih 28 Januari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Prabumulih Bapak Ben Heri, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, perwakilan Dinas Pendidikan, perwakilan Polres Prabumulih, perwakilan Koramil Kota Prabumulih, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Kehadiran Pemerintah Kota Prabumulih dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

‎Sedekah Bedusun merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kelurahan Payu Putat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, serta semangat gotong royong antar warga.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, penuh kehangatan, dan sarat makna, serta dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutan Wali Kota Prabumulih yang disampaikan oleh Asisten I, disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat Kelurahan Payu Putat yang hingga kini tetap konsisten menjaga dan melestarikan tradisi Sedekah Bedusun sebagai bagian dari kearifan lokal.

Tradisi ini dinilai memiliki nilai-nilai luhur yang mencerminkan kebersamaan,rasa syukur, dan persatuan,serta menjadi identitas budaya daerah yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Pemerintah Kota Prabumulih berharap kegiatan adat dan budaya seperti Sedekah Bedusun dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan sebagai salah satu kekayaan budaya daerah.

Selain menjaga nilai-nilai budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

‎(Diskominfo prabu)