Bukber Wartawan-PEP Zona 4 Emosi Nyaris Pecah, Dalih Absurd Tuai Sorotan

Bukber Wartawan-PEP Zona 4 Emosi Nyaris Pecah, Dalih Absurd Tuai Sorotan

PRABUMULIH, DS — Buka puasa bersama yang diadakan oleh PT Pertamina Eksplorasi & Produksi (PEP) Region Sumatera Zona 4 dipersonalisasi Officer Media Relation dengan sejumlah Organisasi Pers hingga diaktualisasikan di Haul Rumah Makan Siang Malam Cambai Kota Prabumulih Selasa, (10/03/2026) sempat terjadi adu argumen panas di antara kedua pihak terkait.

Konon katanya, silaturahmi digadang-gadang mempererat kemitraan antara seluruh Insan pers dengan Officer Media Relation berubah jadi situasi saling pancing emosi, kemitraan selama ini terjalin baik malah memicu timbulnya indikasi ketidakstabilan hubungan hingga sebuah pernyataan absurd keluar dari mulut PEP Officer Media Relation.

Awalnya, beberapa wartawan mengaku telah mengisi link Google Form alih-alih pendataan jumlah media di Wilayah kerja PEP ZONA 4. Dan, di dalam link tersebut tercantum beberapa Organisasi Wartawan dan Perusahaan Media.

‎”Ditampilkan di situ ada organisasi wartawan dan organisasi perusahaan media, saya mengisi di organisasi perusahaan media.  Dua hari kemudian, saya mendapatkan informasi akan adanya buka puasa mengundang para wartawan hingga kabar tersebut menyebar cepat di sesama profesi,” ungkap salah satu wartawan yang namanya tak ingin disebutkan.

Sekedar informasi, Google Form sendiri ialah layanan berbasis awan (cloud) yang salah satu fitur keunggulannya dikenal luas mampu menyimpan beragam data utuh baik secara real time bahkan permanen.

Google Form pada umumnya, bekerja ke seluruh data yang diajukan oleh pihak pengusul data terhadap isi data para calon respondennya serta dapat dipastikan berhasil tersimpan atau tercatat. Keberhasilan upload data responden, ditandai tulisan di Google Form “Your Response Has Been Recorded atau sama artinya Tanggapan Anda Telah Dicatat”.

‎‎Sambungnya lagi. “Saya selama ini dengan pihak PEP ZONA 4 terjalin komunikasi yang baik. Saya merasa profesi saya selama ini sebagai wartawan terdorong ikut terpanggil, bukankah ini insting refleks manusiawi,” katanya gamblang.

Namun, lanjutnya lagi. Di depan pintu masuk saat melakukan proses pendataan ulang via barcode hingga terakhir pihak panitia penyelenggara meminta nama dan organisasi sembari menyinkronkan data fisik dalam bentuk rekap dipegangnya.

Dirinya spontan bereaksi terkejut dan heran!! Nyatanya di dalam rekap data dipegang pihak penyelenggara, nama dan organisasi tidak tercantum lenyap bak ditelan bumi.

‎”Biasanya setiap tahun, hal seperti ini rutin dilakukan oleh pihak PEP saat hendak melaksanakan Buka Puasa bersama kalangan insan pers terlebih untuk deretan pencari berita di kota Prabumulih,” bersamaan suara meredam saat meninggalkan jejak misteri di udara.

‎Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) kota Prabumulih Novlis mengaku kecewa dengan hal tersebut. Ia sempat mempertanyakan ke Pihak PEP Zona 4 mekanisme pengisian link ini seperti apa.

“Jika link tersebut ada JMSI, berarti yang hadir harusnya organisasi tercantum di dalam Google Form itu saja dan sangat bertentangan dengan di lapangan,” sebut Novlis.

Bahkan, alasan yang tak masuk akal kembali menguat. Staf Officer Media Relation Dhio. Dirinya beranggapan kalau nama masing-masing personal Wartawan maupun Organisasi JMSI tidak tercantum dalam daftar rekap berarti bukanlah Organisasi yang aktif di sepanjang kegiatan PEP ZONA 4 sebelum hingga sekarang.

Sejalan dengan sanggahan absurd tersebut. Officer Media Relation PEP ZONA 4, Indrika, mengatakan jauh hari sebelum bukber ini terlaksana. Indrika dan Stafnya telah berkoordinasi dengan Ketua Organisasi Wartawan.

‎Terkait data lama, kenapa tidak berkoordinasi dengan para Staf Officer lama, Indrika memperlihatkan gerak-gerik seperti orang serba salah sehingga jawabannya jadi ngawur. Ia menyebut jika data wartawan dari Staf Officer lama banyak identitas wartawan tidak jelas.

“Ya pak sebab data identitas wartawan yang saya dapatkan dari mereka pejabat lama baik nama dan nomor handphonenya banyak sekali tidak tertera serta ada juga beberapa nomor handphonenya tidak bisa dihubungi,” sambung Indrika.

Tak sebatas itu saja, Indrika juga sempat mengeluarkan kalimat bernada skeptis ke beberapa pejabat lama akibatnya memancing spekulasi liar di hadapan para wartawan yang tidak diizinkan masuk tersebut.

“Kalau para pejabat lama itu setahu saya banyak dipindahkan tugas ke luar kota, ada juga nama yang disebutkan oleh rekan-rekan tadi saya tidak saling kenal namun ada pula satu cewek dipecat karena performanya saat jam kerja tidak pernah maksimal sehingga target harian tidak pernah tercapai, ” cerita Indrika.

‎Setelah saling adu klaim, tensi mereda dengan sendirinya lantaran di antara kedua pihak menyadari bahwa mereka sama-sama masih dalam keadaan menjalankan ibadah puasa.

Ibarat mengukur kedalaman laut memakai gayung bocor, Indrika dan Dhio akhiri percakapan hingga timbulkan sebuah gimik laksana janjikan pelangi yang hanya jadi debu di mata.

“Kami save nomor handphone rekan-rekan yang di kesempatan ini belum dapat kami akomodir. Diganti dengan kegiatan berikutnya,” tutup Indrika dan Dhio bersahutan. (@)