Kehadiran kafe ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Palembang, khususnya di sektor UMKM dan industri kopi lokal.
Dalam sambutannya, Aprizal menyampaikan bahwa berkembangnya usaha kreatif seperti Kafe Kopi Lapan menunjukkan semakin tumbuhnya semangat kewirausahaan masyarakat Palembang, terutama dari kalangan muda.
Ia menilai, kafe bukan lagi sekadar tempat menikmati kopi, tetapi telah berevolusi menjadi ruang interaksi sosial, pertukaran gagasan, hingga kolaborasi lintas komunitas.
“Kami berharap Kafe Kopi Lapan tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan berkolaborasi, khususnya bagi Generasi Z dan pelaku kreatif Palembang,” ujar Aprizal.
Menurutnya, ruang-ruang kreatif seperti ini berpotensi melahirkan ide-ide segar yang mampu mendorong lahirnya produk, karya, dan inovasi baru yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal.
“Tempat seperti ini diharapkan dapat menginspirasi munculnya gagasan-gagasan baru yang pada akhirnya mampu meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Palembang,” kata Aprizal.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Aprizal juga memberikan pesan khusus kepada para pelaku UMKM agar mampu menjaga keberlanjutan usaha.
Ia menekankan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian dalam menjalankan bisnis.
Pertama, pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kedua, operasional usaha harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kenyamanan dan kualitas lingkungan sekitar.
Ketiga, Aprizal mengajak para pengusaha untuk menumbuhkan kepedulian sosial, dengan menyisihkan sebagian rezeki atau makanan bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha.
“Usaha yang baik bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi manfaat dan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Aprizal menambahkan, Pemerintah Kota Palembang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemilik usaha dan masyarakat setempat.
Melalui kepedulian sosial dan komunikasi yang baik, diharapkan akan tumbuh rasa memiliki (sense of belonging) dari warga terhadap keberadaan usaha di lingkungannya.
“Dengan kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemilik kafe, kita harap ekonomi kita terus tumbuh secara luar biasa dan berkelanjutan,” kata Aprizal.
Ia juga berharap Kafe Kopi Lapan dapat menjadi salah satu ruang kreatif yang berkontribusi dalam membangun citra Palembang sebagai kota yang ramah bagi pelaku usaha, kreatif, dan inovatif.
Namun demikian, Aprizal mengingatkan agar pengelola usaha tetap memperhatikan aspek administrasi dan perizinan, demi menjamin keamanan, kenyamanan, serta kepastian hukum bagi pengunjung dan pelaku usaha itu sendiri.
“Kami mendukung penuh pertumbuhan usaha kreatif, namun tetap harus sejalan dengan ketentuan administrasi dan perizinan yang berlaku,” pungkas Aprizal. (Diskominfo Palembang)

